Wednesday, October 16, 2013

Sri Damodarastaka



Çré Dämodaräñöaka

(1)      namäméçvaraà sac-cid-änanda-rüpaà
    lasat-kuëòalaà gokule bhräjamanam
yaçodä-bhiyolükhaläd dhävamänaà
    parämåñöam atyantato drutya gopyä

(2)      rudantaà muhur netra-yugmaà måjantam
    karämbhoja-yugmena sätaìka-netram
muhuù çväsa-kampa-trirekhäìka-kaëöha-
    sthita-graivaà dämodaraà bhakti-baddham

(3)      itédåk sva-léläbhir änanda-kuëòe
    sva-ghoñaà nimajjantam äkhyäpayantam
tadéyeñita-jïeñu bhaktair jitatvaà
    punaù prematas taà çatävåtti vande

(4)      varaà deva mokñaà na mokñävadhià vä
    na canyaà våëe ‘haà vareñäd apéha
idaà te vapur nätha gopäla-bälaà
    sadä me manasy ävirästäà kim anyaiù

(5)      idaà te mukhämbhojam atyanta-nélair
    våtaà kuntalaiù snigdha-raktaiç ca gopyä
muhuç cumbitaà bimba-raktädharaà me
    manasy ävirästäm alaà lakña-läbhaiù

(6)      namo deva dämodaränanta viñëo
    praséda prabho duùkha-jäläbdhi-magnam
kåpä-dåñöi-våñöyäti-dénaà batänu
    gåhäëeña mäm ajïam edhy akñi-dåçyaù

(7)      kuverätmajau baddha-mürtyaiva yadvat
    tvayä mocitau bhakti-bhäjau kåtau ca
tathä prema-bhaktià svakäà me prayaccha
    na mokñe graho me ‘sti dämodareha

(8)      namas te ‘stu dämne sphurad-dépti-dhämne
    tvadéyodaräyätha viçvasya dhämne
namo rädhikäyai tvadéya-priyäyai
    namo ‘nanta-léläya deväya tubhyam
 
(Dari Padma Puräëa karya Kåñëa Dvaipäyana Vyäsa, disabdakan oleh Satyavrata Muni dalam percakapan dengan Närada Muni dan Çaunaka Åñi)

“Selama bulan Kärtika orang hendaknya memuja Çré Dämodara dan setiap hari membacakan doa Dämodaräñöaka, yang diucapkan oleh Resi Satyavrata, doa yang memikat hati Çré Dämodara.”
Çré Hari-bhakti-viläsa 2.16.198

(1) Kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang bentuk-Nya merupakan perwujudan kehidupan kekal, pengetahuan, dan kebahagiaan. Anting-anting-Nya yang berbentuk seperti ikan hiu bergoyang-goyang. Dia bercahaya dengan indah di alam rohani Gokula. Dia berlari cepat dari lumpang kayu karena takut kepada Ibu Yaçodä, sebab Dia bersalah memecahkan tempayan berisi susu asam yang sedang dikocok menjadi mentega lalu mencuri mentega yang digantung berayun. Namun Dia ditangkap dari belakang oleh Ibu Yaçodä yang mengejar-Nya dengan lebih cepat. Kepada Tuhan Yang Maha Esa itu, Çré Dämodara, aku menyampaikan sembah sujudku.

(2) [Ketika Dia melihat ibu-Nya memegang tongkat rotan,] Dia menangis sambil mengusap matanya berulangkali dengan kedua tangan padma-Nya. Mata-Nya penuh rasa takut, dan kalung mutiara di leher-Nya-yang berisi tanda tiga garis seperti kerang çaìkha, bergetar disebabkan oleh napas-Nya yang cepat karena Dia menangis. Kepada Tuhan Yang Maha Esa ini, Çré Dämodara, yang pinggang-Nya diikat bukan dengan tali, melainkan dengan cinta-suci ibu-Nya, aku menyampaikan sembah sujudku.

(3) Dengan lélä masa kanak-kanak ini Dia membuat penduduk Gokula tenggelam dalam kolam-kolam kebahagiaan rohani, dan Dia memper-lihatkan kepada para penyembah yang khusuk dalam pengetahuan tentang kemahakuasaan dan kemewahan-Nya bahwa Dia hanya ditaklukkan oleh para penyembah yang cinta-sucinya penuh keintiman dan bebas dari segala paham sikap kagum dan hormat. Kembali aku bersujud kepada Çré Dämodara dengan rasa cinta yang besar beratus-ratus kali.

(4) Oh Tuhan, walau Engkau mampu memberi segala jenis berkat, aku ber-doa kepada-Mu bukan untuk memperoleh pembebasan yang impersonal (dalam brahmajyoti), atau pembebasan tertinggi berupa kehidupan kekal di Vaikuëöha, ataupun berkat lainnya [yang barangkali diperoleh dengan melaksanakan sembilan proses bhakti]. Oh Tuhan, aku hanya ingin agar wujud-Mu sebagai Bäla Gopäla di Våndävana ini terwujud di hatiku selama-nya, sebab apa gunanya berkat lain selain ini bagiku?
(5) Oh Tuhan, wajah padma-Mu yang dilingkari oleh rambut halus ber-warna hitam kemerah-merahan, diciumi berkali-kali oleh Ibu Yaçodä, dan bibir-Mu berwarna kemerah-merahan laksana buah bimba. Semoga bayangan wajah padma-Mu ini terwujud di hatiku selamanya. Ribuan berkat lainnya tiada berguna bagiku.

(6) Oh Tuhan Yang Maha Esa, aku bersujud kepada-Mu. Oh Dämodara! Oh Ananta! Oh Viñëu! Oh Tuan! Oh Tuhanku, semoga Engkau puas terhadap diriku. Dengan mengarahkan lirikan-Mu kepadaku, selamat-kanlah orang bodoh yang malang ini yang tenggelam dalam lautan duka cita duniawi, dan perlihatkanlah diri-Mu di hadapan mataku.

(7) Oh Çré Dämodara, seperti halnya dalam wujud-Mu sebagai bayi yang diikat pada lumpang kayu Engkau membebaskan dua putra Kuvera—Manigréva dan Nalaküvara—dari kutukan Närada dan menjadikan mereka penyembah-penyembah agung, dengan cara yang sama, mohon beri aku prema-bhakti-Mu Sendiri. Aku hanya menginginkan hal ini. Aku tidak menginginkan jenis pembebasan mana pun.

(8) Oh Çré Dämodara, pertama-tama aku bersujud kepada tali cemerlang yang mengikat perut-Mu. Lalu aku bersujud kepada perut-Mu, yang me-rupakan tempat bersandar seluruh alam semesta. Aku bersujud dengan rendah hati kepada kekasih-Mu tercinta, Çrématé Rädhäräëé, dan aku bersujud kepada-Mu, Tuhan Yang Maha Esa, yang memperlihatkan lélä yang tiada berhingga.

No comments:

Post a Comment

hare krishna, terima kasih