Çré Dämodaräñöaka
(1) namäméçvaraà sac-cid-änanda-rüpaà
lasat-kuëòalaà gokule bhräjamanam
yaçodä-bhiyolükhaläd
dhävamänaà
parämåñöam atyantato drutya gopyä
(2) rudantaà muhur netra-yugmaà måjantam
karämbhoja-yugmena sätaìka-netram
muhuù
çväsa-kampa-trirekhäìka-kaëöha-
sthita-graivaà dämodaraà bhakti-baddham
(3) itédåk sva-léläbhir änanda-kuëòe
sva-ghoñaà nimajjantam äkhyäpayantam
tadéyeñita-jïeñu
bhaktair jitatvaà
punaù prematas taà çatävåtti vande
(4) varaà deva mokñaà na mokñävadhià vä
na canyaà våëe ‘haà vareñäd apéha
idaà te vapur
nätha gopäla-bälaà
sadä me manasy ävirästäà kim anyaiù
(5) idaà te mukhämbhojam atyanta-nélair
våtaà kuntalaiù snigdha-raktaiç ca gopyä
muhuç cumbitaà
bimba-raktädharaà me
manasy ävirästäm alaà lakña-läbhaiù
(6) namo deva dämodaränanta viñëo
praséda prabho duùkha-jäläbdhi-magnam
kåpä-dåñöi-våñöyäti-dénaà
batänu
gåhäëeña mäm ajïam edhy akñi-dåçyaù
(7) kuverätmajau baddha-mürtyaiva yadvat
tvayä mocitau bhakti-bhäjau kåtau ca
tathä
prema-bhaktià svakäà me prayaccha
na mokñe graho me ‘sti dämodareha
(8) namas te ‘stu dämne sphurad-dépti-dhämne
tvadéyodaräyätha viçvasya dhämne
namo rädhikäyai
tvadéya-priyäyai
namo ‘nanta-léläya deväya tubhyam
(Dari Padma Puräëa karya Kåñëa Dvaipäyana Vyäsa,
disabdakan oleh Satyavrata Muni dalam percakapan dengan Närada Muni dan Çaunaka
Åñi)
“Selama
bulan Kärtika orang hendaknya memuja Çré Dämodara dan setiap hari membacakan
doa Dämodaräñöaka, yang diucapkan oleh Resi Satyavrata, doa yang memikat
hati Çré Dämodara.”
—Çré Hari-bhakti-viläsa 2.16.198
(1)
Kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang bentuk-Nya merupakan perwujudan kehidupan
kekal, pengetahuan, dan kebahagiaan. Anting-anting-Nya yang berbentuk seperti
ikan hiu bergoyang-goyang. Dia bercahaya dengan indah di alam rohani Gokula.
Dia berlari cepat dari lumpang kayu karena takut kepada Ibu Yaçodä, sebab Dia
bersalah memecahkan tempayan berisi susu asam yang sedang dikocok menjadi
mentega lalu mencuri mentega yang digantung berayun. Namun Dia ditangkap dari
belakang oleh Ibu Yaçodä yang mengejar-Nya dengan lebih cepat. Kepada Tuhan Yang
Maha Esa itu, Çré Dämodara, aku menyampaikan sembah sujudku.
(2)
[Ketika Dia melihat ibu-Nya memegang tongkat rotan,] Dia menangis sambil
mengusap matanya berulangkali dengan kedua tangan padma-Nya. Mata-Nya penuh
rasa takut, dan kalung mutiara di leher-Nya-yang berisi tanda tiga garis
seperti kerang çaìkha, bergetar disebabkan oleh napas-Nya yang cepat
karena Dia menangis. Kepada Tuhan Yang Maha Esa ini, Çré Dämodara, yang
pinggang-Nya diikat bukan dengan tali, melainkan dengan cinta-suci ibu-Nya, aku
menyampaikan sembah sujudku.
(3)
Dengan lélä masa kanak-kanak ini Dia membuat penduduk Gokula tenggelam
dalam kolam-kolam kebahagiaan rohani, dan Dia memper-lihatkan kepada para
penyembah yang khusuk dalam pengetahuan tentang kemahakuasaan dan kemewahan-Nya
bahwa Dia hanya ditaklukkan oleh para penyembah yang cinta-sucinya penuh
keintiman dan bebas dari segala paham sikap kagum dan hormat. Kembali aku
bersujud kepada Çré Dämodara dengan rasa cinta yang besar beratus-ratus kali.
(4) Oh
Tuhan, walau Engkau mampu memberi segala jenis berkat, aku ber-doa kepada-Mu
bukan untuk memperoleh pembebasan yang impersonal (dalam brahmajyoti),
atau pembebasan tertinggi berupa kehidupan kekal di Vaikuëöha, ataupun berkat
lainnya [yang barangkali diperoleh dengan melaksanakan sembilan proses bhakti].
Oh Tuhan, aku hanya ingin agar wujud-Mu sebagai Bäla Gopäla di Våndävana ini
terwujud di hatiku selama-nya, sebab apa gunanya berkat lain selain ini bagiku?
(5) Oh
Tuhan, wajah padma-Mu yang dilingkari oleh rambut halus ber-warna hitam
kemerah-merahan, diciumi berkali-kali oleh Ibu Yaçodä, dan bibir-Mu berwarna
kemerah-merahan laksana buah bimba. Semoga bayangan wajah padma-Mu ini terwujud
di hatiku selamanya. Ribuan berkat lainnya tiada berguna bagiku.
(6) Oh
Tuhan Yang Maha Esa, aku bersujud kepada-Mu. Oh Dämodara! Oh Ananta! Oh Viñëu!
Oh Tuan! Oh Tuhanku, semoga Engkau puas terhadap diriku. Dengan mengarahkan
lirikan-Mu kepadaku, selamat-kanlah orang bodoh yang malang ini yang tenggelam
dalam lautan duka cita duniawi, dan perlihatkanlah diri-Mu di hadapan mataku.
(7) Oh
Çré Dämodara, seperti halnya dalam wujud-Mu sebagai bayi yang diikat pada
lumpang kayu Engkau membebaskan dua putra Kuvera—Manigréva dan Nalaküvara—dari
kutukan Närada dan menjadikan mereka penyembah-penyembah agung, dengan cara
yang sama, mohon beri aku prema-bhakti-Mu Sendiri. Aku hanya
menginginkan hal ini. Aku tidak menginginkan jenis pembebasan mana pun.
(8) Oh
Çré Dämodara, pertama-tama aku bersujud kepada tali cemerlang yang mengikat
perut-Mu. Lalu aku bersujud kepada perut-Mu, yang me-rupakan tempat bersandar
seluruh alam semesta. Aku bersujud dengan rendah hati kepada kekasih-Mu
tercinta, Çrématé Rädhäräëé, dan aku bersujud kepada-Mu, Tuhan Yang Maha Esa,
yang memperlihatkan lélä yang tiada berhingga.
No comments:
Post a Comment
hare krishna, terima kasih