Närada
Muni Bäjäy Véëä
“Närada
Muni Memainkan Véëänya”
(Dari
Gétävalé)
(1) närada-muni, bäjäya véëä,
‘rädhikä-ramaëa’-näme
näma amani, udita haya,
bhakata-géta-säme
(2) amiya-dhärä, variñe ghana,
çravaëa-yugale giyä
bhakata-jana, saghane näce,
bhariyä äpana hiyä
(3) mädhuré-püra, äsaba paçi’,
mätäya jagata-jane
keha vä käìde, keha vä näce,
keha mäte mane mane
(4) païca-vadana, närade dhari’,
premera saghana rola
kamaläsana, näciyä bale,
‘bola bola hari
bola’
(5) sahasränana, parama-sukhe,
‘hari hari’ bali’
gäya
näma-prabhäve, mätila viçva,
näma-rasa sabe päya
(6) çré-kåñëa-näma, rasane sphuri’,
purä’la ämära äça
çré-rüpa-pade, yäcaye ihä,
bhakativinoda däsa
Penjelasan
Oleh
Çré Çrémad A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupäda
Penjelasan lagu ini
adalah bahwa Närada Muni, seorang insan agung, sedang memainkan sebuah alat
musik bersenar yang disebut véëä, memvibrasikan suara rädhikä-ramaëa,
yang adalah salah satu nama Kåñëa. Begitu beliau memetik senar-senar alat
musiknya, semua penyembah mulai ikut menyanyi, sehingga menciptakan vibrasi
yang sangat indah. Dengan diiringi oleh alat musik bersenar tersebut, nyanyian
menjadi bagaikan curahan amåta,
dan semua penyembah menari dalam kebahagiaan rohani sampai sepuas-puasnya.
Ketika menari, mereka nampak sangat dimabukkan oleh ke-bahagiaan rohani, seolah
sedang meminum minuman yang disebut mädhuré-püra. Ada yang menangis, ada
yang menari, dan ada yang walaupun tidak berani menari di depan umum, menari di
dalam hati mereka. Dewa Çiva memeluk Närada Muni dan mulai berbicara dengan
suara yang penuh ke-bahagiaan rohani, dan karena melihat Dewa Çiva menari
bersama Närada, Dewa Brahmä juga ikut bergabung, sambil berkata, “Kalian semua
ucap-kanlah ‘Hari bol! Hari bol!’” Raja Surga, Indra, juga kemudian bergabung
dengan sangat gembira dan mulai menari dan mengucapkan “Hari bol! Hari bol!”
Dengan cara demikian, atas pengaruh dari vibrasi rohani nama suci Tuhan,
seluruh alam semesta diliputi kebahagiaan rohani. Bhakti-vinoda Öhäkura
berkata, “Ketika alam semesta diliputi kebahagiaan rohani, keinginan hamba
terpuaskan. Karena itu hamba berdoa kepada kaki-padma Rüpa Gosvämé agar
pengucapan harer näma ini dapat berjalan terus dengan baik seperti ini.”
Dewa Brahmä adalah guru dari Närada Muni, yang merupakan guru
dari Vyäsadeva, dan Vyäsadeva adalah guru dari Madhväcärya. Demikianlah
Gauòéya-Mädhva-sampradäya berada dalam garis perguruan dari Närada Muni. Para
anggota garis perguruan ini—dengan kata lain, para anggota perkumpulan
kesadaran Kåñëa—hendaknya mengikuti jejak langkah Närada Muni dengan cara
mengucapkan vibrasi rohani Hare Kåñëa, Hare Kåñëa, Kåñëa Kåñëa, Hare Hare, Hare
Räma, Hare Räma, Räma Räma, Hare Hare. Mereka hendaknya pergi berkeliling ke
mana-mana untuk me-nyelamatkan roh-roh yang jatuh dengan cara memvibrasikan mantra
Hare Kåñëa dan ajaran-ajaran Bhagavad-gétä, Çrémad-Bhägavatam
dan Caitanya-caritämåta. Kegiatan tersebut akan memuaskan Personalitas
Tuhan Yang Maha Esa. Seseorang bisa maju secara spiritual jika ia benar-benar
meng-ikuti perintah-perintah Närada Muni. Jika seseorang memuaskan Närada Muni,
maka Personalitas Tuhan Yang Maha Esa, Håñékeça, juga puas (yasya prasädäd
bhagavat-prasädaù). Guru spiritual yang hadir saat ini adalah wakil dari
Närada Muni; tidak ada perbedaan antara ajaran-ajaran Närada Muni dan
ajaran-ajaran dari guru spiritual yang hadir saat ini. Baik Närada Muni maupun
guru spiritual yang hadir saat ini berbicara tentang ajaran-ajaran yang sama
dari Çré Kåñëa, yang bersabda di dalam Bhagavad-gétä (18.65-66):
man-manä bhava mad-bhakto
mad-yäjé mäà namaskuru
mäm evaiñyasi satyaà te
pratijäne priyo ‘si me
sarva-dharmän parityajya
mäm ekaà çaraëaà vraja
ahaà tväà sarva-päpebhyo
mokñayiñyämi mä çucaù
“Berpikirlah
tentang-Ku senantiasa, dan jadilah penyembah-Ku. Pujalah Aku dan sampaikan
sembah sujudmu kepada-Ku. Dengan demikian engkau akan datang kepada-Ku tanpa
gagal. Aku berjanji demikian kepadamu sebab engkau adalah kawan yang sangat
Kucintai. Tinggalkanlah segala jenis dharma dan hanya berserah diri
kepada-Ku. Aku akan menyelamatkan engkau dari segala reaksi dosa. Jangan
takut.”
No comments:
Post a Comment
hare krishna, terima kasih