Saturday, September 21, 2013

Suddha-Bhakata



Çuddha-bhakata
(Dari Çaraëägati)

(1) çuddha-bhakata-caraëa-reëu,
bhajana-anuküla
bhakata-sevä, parama-siddhi,
prema-latikära müla

(2)   mädhava-tithi, bhakti-janané,
jetane pälana kori
kåñëa-basati, basati boli’,
parama ädare bori

(3)    gaur ämära, je-saba sthäne,
koralo bhramaëa raìge
se-saba sthäna, heribo ämi,
praëayi-bhakata-saìge


(4)   mådaìga-bädya, çunite mana,
abasara sadä jäce
gaura-bihita, kértana çuni’,
änande hådoa näce

(5)  jugala-mürti, dekhiyä mora,
parama-änanda hoya
prasäda-sebä korite hoya,
sakala prapaïca jaya

(6)  je-dina gåhe, bhajana dekhi,
gåhete goloka bhäya
caraëa-sédhu, dekhiyä gaìgä,
sukha nä sémä päya

(7)  tulasé dekhi’,  juräya präëa,
mädhava-toñaëé jäni’
gaura-priya, çäka-sevane,
jévana särthaka mäni

(8) bhakativinoda, kåñëa-bhajane,
anaküla päya jähä
prati-dibase, parama-sukhe,
swékära koroye tähä

(1) Debu dari kaki-padma para penyembah murni membangkitkan bhakti, dan pelayanan kepada para Vaiñëava itu sendiri adalah kesempurnaan tertinggi dan akar dari tumbuhan halus cinta kasih rohani.

(2) Aku menjalani hari-hari suci seperti Ekädaçé dan Janmäñöamé dengan saksama, sebab hari-hari itu adalah induk bhakti. Dan dengan sikap hormat cinta yang setinggi-tingginya aku memilih tempat tinggal rohani Çré Kåñëa sebagai tempat tinggalku.
(3) Bersama penyembah-penyembah yang penuh cinta kasih, aku akan mengunjungi semua tempat dimana Tuanku Çré Gaurasundara berkeliling dan memperlihatkan kegiatan-kegiatan-Nya.

(4) Pikiranku selalu memohon untuk mendengar musik gendang mådaìga dan hatiku menari dalam kebahagiaan rohani manakala aku mendengar jenis kértana yang ditegakkan oleh Çré Gauracandra.*

(5) Dengan melihat Arca-Arca pasangan rohani, Çré Çré Rädhä dan Kåñëa, aku merasakan kebahagiaan tertinggi. Dengan menghormati prasäda Tuhan, aku akan menaklukkan segala ilusi keduniawian.

(6) Setiap hari Goloka Våndävana muncul di rumahku bilamana aku me-lihat Çré Hari sedang dipuja di sana. Apabila aku melihat Sungai Gangga, sungai minuman kekekalan yang berasal dari kaki-padma Tuhan, ke-bahagiaanku tidak terhingga.

(7) Melihat pohon tulasé yang suci melegakan jiwaku, sebab aku tahu tulasé membahagiakan Çré Kåñëa. Dengan menghormati çäk [sejenis bayam] ke-sukaan Çré Caitanya, aku berpikir hidupku berarti.

(8) Apa pun yang didapatkan Bhaktivinoda yang bermanfaat untuk bhakti kepada  Çré Kåñëa, diterimanya setiap hari dengan rasa riang terbesar.

*Cara menyanyikan nama-nama suci Tuhan secara bersama yang diprakasai oleh Çré Caitanya penuh dengan kesimpulan-kesimpulan bhakti yang murni, bebas dari segala unsur yang menentang bhakti dan bebas dari rasäbhäsa, atau rasa-rasa yang tidak serasi. Terkait dengan hal ini, lihat Caitanya-caritämåta, Antya 5.97-100.

No comments:

Post a Comment

hare krishna, terima kasih