Friday, September 20, 2013

Sri Sri Gurv-astaka- Delapan Doa kepada Guru



Çré Çré Gurv-añöaka
Delapan Doa kepada Guru
Karya Çréla Viçvanätha Cakravarté Öhäkura

Çréla Viçvanätha Cakravarté Öhäkura, yang muncul pada pertengahan abad ke-17, adalah seorang guru spiritual agung dalam rangkaian garis perguruan guru-guru spiritual yang sadar akan Kåñëa. Beliau berkata, “Orang yang dengan penuh perhatian mengucapkan dengan suara keras doa yang indah kepada guru spiritual ini selama masa brähma-muhürta [1,5 jam sebelum matahari terbit–red.] mencapai pelayanan langsung kepada Kåñëa, Penguasa Våndävana, setelah ia meninggal dunia.”


saàsära-dävänala-léòha-loka-
träëäya käruëya-ghanäghanatvam
präptasya kalyäëa-guëärëavasya
vande guroù çré-caraëäravindam
saàsära—keberadaan material; dävä-anala—kebakaran hutan; léòha—yang menderita; loka—orang-orang; träëäya—untuk menyelamatkan; käruëya—karunia; ghanäghana-tvam—sifat dari awan; präptasya—yang telah men-capai; kalyäëa—bertuah; guëa—sifat-sifat; arëavasya—yang adalah sebuah lautan; vande—hamba bersujud; guroù—milik guru spiritual hamba; çré—bertuah; caraëa-aravindam—kepada kaki-padma.

Guru spiritual menerima berkat dari lautan karunia. Seperti halnya awan mencurahkan hujan di atas sebuah kebakaran hutan untuk memadamkannya, demikian pula guru spiritual menyelamatkan dunia yang sedang menderita dengan cara memadamkan kobaran api kehidupan material. Hamba bersujud dengan hormat kepada kaki-padma guru spiritual yang demikian, yang adalah lautan sifat-sifat yang bertuah.

mahäprabhoù kértana-nåtya-géta-
väditra-mädyan-manaso rasena
romäïca-kampäçru-taraìga-bhäjo
vande guroù çré-caraëäravindam

mahäprabhoù—Çré Caitanya Mahäprabhu; kértana—mengucapkan; nåtya—menari; géta—menyanyi; väditra—memainkan alat musik; mädyat—menjadi riang; manasaù—yang pikirannya; rasena—disebabkan oleh rasa-rasa bhakti yang murni; roma-aïca—bulu roma merinding; kampa—badan gemetar, açru-taraìga—curahan air mata bagaikan hujan lebat; bhäjaù—yang me-rasakan; vande—hamba bersujud; guroù—milik guru spiritual hamba; çré—bertuah; caraëa-aravindam—kepada kaki-padma.

Dengan mengucapkan nama suci Tuhan, menari dalam kebahagiaan rohani, menyanyi, dan memainkan alat musik, guru spiritual selalu menjadi riang disebabkan oleh gerakan saìkértana Çré Caitanya Mahäprabhu. Oleh karena beliau sedang menikmati rasa-rasa bhakti yang murni di dalam pikirannya, kadangkala bulu romanya berdiri merinding, merasakan bahwa badannya gemetar, dan air mata mengalir deras dari matanya. Hamba bersujud dengan hormat kepada kaki-padma guru spiritual yang demikian.

çré-vigrahärädhana-nitya-nänä-
çåìgära-tan-mandira-märjanädau
yuktasya bhaktäàç ca niyuïjato ‘pi
vande guroù çré-caraëäravindam
çré-vigrahaarcä-vigraha (Arca), ärädhana—pemujaan; nitya—setiap hari; nänä—berbagai; çåìgära—pakaian dan perhiasan; tat—tentang Tuhan; mandira—kuil; märjana-ädau—dalam membersihkan, dsb.; yuktasya—yang tekun; bhaktän—murid-muridnya; ca—dan; niyuïjataù—yang tekun; api—juga; vande—hamba bersujud; guroù—milik guru spiritual hamba; çré—bertuah; caraëa-aravindam—kepada kaki-padma.

Guru spiritual selalu tekun dalam pemujaan kepada Çré Çré Rädhä dan Kåñëa di kuil. Beliau juga menyibukkan murid-muridnya dalam pemujaan tersebut. Mereka menghias Arca-Arca dengan pakaian dan perhiasan yang indah, membersihkan kuil, dan melakukan pemujaan serupa lainnya kepada Tuhan. Hamba bersujud dengan hormat kepada kaki-padma guru spiritual yang demikian.

catur-vidha-çré-bhagavat-prasäda-
svädv-anna-tåptän hari-bhakta-saìghän
kåtvaiva tåptià bhajataù sadaiva
vande guroù çré-caraëäravindam

catuù—empat; vidha—jenis; çré—suci; bhagavat-prasäda—yang telah di-persembahkan kepada Kåñëa; svädu—lezat; anna—makanan; tåptän—puas secara spiritual; hari—Kåñëa; bhakta-saìghän—para penyembah; kåtvä—setelah membuat; eva—demikian; tåptim—kepuasan; bhajataù—yang merasakan; sada—selalu; eva—pasti; vande—hamba bersujud; guroù—milik guru spiritual hamba; çré—bertuah; caraëa-aravindam—kepada kaki-padma.

Guru spiritual selalu mempersembahkan kepada Kåñëa empat jenis makanan yang lezat [dibedakan sebagai makanan yang dijilat, dikunyah, ditelan, dan dihisap]. Ketika guru spiritual melihat bahwa para penyembah puas dengan memakan bhagavat-prasäda, beliau puas. Hamba bersujud dengan hormat kepada kaki-padma guru spiritual yang demikian.

çré-rädhikä-mädhavayor apära-
mädhurya-lélä guëa-rüpa-nämnäm
prati-kñaëäsvädana-lolupasya
vande guroù çré-caraëäravindam

çré-rädhikä—Çrématé Rädhäräëé; mädhavayoù—Çré Mädhava (Kåñëa); apära—tanpa batas; mädhurya—cinta antara kekasih; lélä—kegiatan; guëa—sifat-sifat; rüpa—wujud-wujud; nämnäm—nama suci; prati-kñaëa—setiap saat; äsvädana—menikmati; lolupasya—yang bercita-cita men-dapatkan; vande—hamba bersujud; guroù—milik guru spiritual hamba; çré—bertuah; caraëa-aravindam—kepada kaki-padma.

Guru spiritual selalu memiliki keinginan yang sangat besar untuk men-dengarkan dan mengucapkan tentang kegiatan-kegiatan percintaan rohani yang tanpa batas antara Rädhikä dan Mädhava, beserta sifat-sifat, nama, dan wujud Mereka. Guru spiritual ingin merasakan indahnya semua itu setiap saat. Hamba bersujud dengan hormat kepada guru spiritual yang demikian.

nikuïja-yüno rati-keli-siddhyai
yä yälibhir yuktir apekñaëéyä
taträti-däkñyäd ati-vallabhasya
vande guroù çré-caraëäravindam

nikuïja-yünaù—Rädhä dan Kåñëa; rati—cinta antara kekasih; keli—kegiatan; siddhyai—untuk kesempurnaan; yä yä—apa pun; älibhiù—oleh para gopé; yuktiù—pengaturan; apekñaëéyä—diinginkan; tatra—ber-hubungan dengan itu; ati-däkñyät—karena sangat ahli; ati-vallabhasya—yang sangat dicintai; vande—hamba bersujud; guroù—milik guru spiritual hamba; çré—bertuah; caraëa-aravindam—kepada kaki-padma.

Guru spiritual sangat dicintai oleh Kåñëa, sebab beliau ahli dalam membantu para gopé, yang pada waktu yang berbeda-beda membuat berbagai pengaturan yang menyenangkan untuk kesempurnaan kegiatan percintaan rohani antara Rädhä dan Kåñëa di tengah taman-taman hutan Våndävana. Hamba bersujud dengan rendah hati kepada kaki-padma guru spiritual yang demikian.

säkñäd-dharitvena samasta-çästrair
uktas tathä bhävyata eva sadbhiù
kintu prabhor yaù priya eva tasya
vande guroù çré-caraëäravindam

säkñät—secara langsung; hari-tvena—dengan sifat dari Çré Hari; samasta—semua; çästraiù—oleh kitab-kitab suci; uktaù—diakui; tathä—demikian; bhävyate—dianggap; eva—juga; sadbhiù—oleh insan-insan suci yang agung; kintu—akan tetapi; prabhoù—kepada Tuhan; yaù—yang; priyaù—dicintai; eva—pasti; tasya—tentang beliau (guru spiritual); vande—hamba bersujud; guroù—milik guru spiritual hamba; çré—bertuah; caraëa-aravindam—kepada kaki-padma.

Guru spiritual patut dihormati sebagaimana Tuhan Yang Maha Esa dihormati, sebab beliau adalah abdi Tuhan yang paling terpercaya. Hal ini dibenarkan di dalam semua kitab suci yang diwahyukan dan diterima oleh semua otoritas. Karena itu, hamba bersujud dengan hormat kepada kaki-padma guru spiritual yang demikian, yang merupakan wakil bonafid dari Çré Hari [Kåñëa].

yasya prasädäd bhagavat-prasädo
yasyäprasädän na gatiù kuto ‘pi
dhyäyan stuvaàs tasya yaças tri-sandhyaà
vande guroù çré-caraëäravindam

yasya—milik beliau (guru spiritual); prasädät—atas karunia; bhagavat—(dari) Kåñëa; prasädaù—karunia; yasya—darinya; aprasädät—tanpa karunia; na—tidak; gatiù—cara-cara kemajuan; kutaù api—dari mana pun; dhyäyan—memusatkan pikiran kepada; stuvan—memuji; tasya—milik beliau (guru spiritual); yaçaù—keagungan; tri-sandhyam—tiga kali sehari (matahari terbit, tengah hari, dan matahari terbenam); vande—hamba bersujud; guroù—milik guru spiritual hamba; çré—bertuah; caraëa-aravindam—kepada kaki-padma.

Atas karunia dari guru spiritual seseorang menerima karunia Kåñëa. Tanpa karunia dari guru spiritual, seseorang tidak dapat mencapai kemajuan apa pun. Karena itu, hamba hendaknya selalu mengingat dan memuji guru spiritual. Setidaknya tiga kali sehari, hamba hendaknya bersujud dengan hormat kepada kaki-padma guru spiritual hamba.

No comments:

Post a Comment

hare krishna, terima kasih