Çré Çré Gurv-añöaka
Delapan Doa kepada Guru
Karya Çréla Viçvanätha
Cakravarté Öhäkura
Çréla Viçvanätha Cakravarté Öhäkura, yang muncul
pada pertengahan abad ke-17, adalah seorang guru spiritual agung dalam
rangkaian garis perguruan guru-guru spiritual yang sadar akan Kåñëa. Beliau
berkata, “Orang yang dengan penuh perhatian mengucapkan dengan suara keras doa
yang indah kepada guru spiritual ini selama masa brähma-muhürta [1,5 jam
sebelum matahari terbit–red.] mencapai pelayanan langsung kepada Kåñëa,
Penguasa Våndävana, setelah ia meninggal dunia.”
saàsära-dävänala-léòha-loka-
träëäya käruëya-ghanäghanatvam
präptasya kalyäëa-guëärëavasya
vande guroù çré-caraëäravindam
saàsära—keberadaan material; dävä-anala—kebakaran
hutan; léòha—yang menderita; loka—orang-orang; träëäya—untuk
menyelamatkan; käruëya—karunia; ghanäghana-tvam—sifat dari awan; präptasya—yang
telah men-capai; kalyäëa—bertuah; guëa—sifat-sifat; arëavasya—yang
adalah sebuah lautan; vande—hamba bersujud; guroù—milik guru
spiritual hamba; çré—bertuah; caraëa-aravindam—kepada kaki-padma.
Guru spiritual menerima berkat dari lautan karunia.
Seperti halnya awan mencurahkan hujan di atas sebuah kebakaran hutan untuk
memadamkannya, demikian pula guru spiritual menyelamatkan dunia yang sedang
menderita dengan cara memadamkan kobaran api kehidupan material. Hamba bersujud
dengan hormat kepada kaki-padma guru spiritual yang demikian, yang adalah
lautan sifat-sifat yang bertuah.
mahäprabhoù kértana-nåtya-géta-
väditra-mädyan-manaso rasena
romäïca-kampäçru-taraìga-bhäjo
vande guroù çré-caraëäravindam
mahäprabhoù—Çré Caitanya
Mahäprabhu; kértana—mengucapkan; nåtya—menari; géta—menyanyi;
väditra—memainkan alat musik; mädyat—menjadi riang; manasaù—yang
pikirannya; rasena—disebabkan oleh rasa-rasa bhakti yang murni; roma-aïca—bulu
roma merinding; kampa—badan gemetar, açru-taraìga—curahan air mata
bagaikan hujan lebat; bhäjaù—yang me-rasakan; vande—hamba
bersujud; guroù—milik guru spiritual hamba; çré—bertuah; caraëa-aravindam—kepada
kaki-padma.
Dengan mengucapkan nama suci Tuhan, menari dalam
kebahagiaan rohani, menyanyi, dan memainkan alat musik, guru spiritual selalu
menjadi riang disebabkan oleh gerakan saìkértana Çré Caitanya
Mahäprabhu. Oleh karena beliau sedang menikmati rasa-rasa bhakti yang
murni di dalam pikirannya, kadangkala bulu romanya berdiri merinding, merasakan
bahwa badannya gemetar, dan air mata mengalir deras dari matanya. Hamba
bersujud dengan hormat kepada kaki-padma guru spiritual yang demikian.
çré-vigrahärädhana-nitya-nänä-
çåìgära-tan-mandira-märjanädau
yuktasya bhaktäàç ca niyuïjato ‘pi
vande guroù çré-caraëäravindam
çré-vigraha—arcä-vigraha
(Arca), ärädhana—pemujaan; nitya—setiap hari; nänä—berbagai;
çåìgära—pakaian dan perhiasan; tat—tentang Tuhan; mandira—kuil;
märjana-ädau—dalam membersihkan, dsb.; yuktasya—yang tekun; bhaktän—murid-muridnya;
ca—dan; niyuïjataù—yang tekun; api—juga; vande—hamba
bersujud; guroù—milik guru spiritual hamba; çré—bertuah; caraëa-aravindam—kepada
kaki-padma.
Guru spiritual selalu tekun dalam pemujaan
kepada Çré Çré Rädhä dan Kåñëa di kuil. Beliau juga menyibukkan murid-muridnya
dalam pemujaan tersebut. Mereka menghias Arca-Arca dengan pakaian dan perhiasan
yang indah, membersihkan kuil, dan melakukan pemujaan serupa lainnya kepada
Tuhan. Hamba bersujud dengan hormat kepada kaki-padma guru spiritual yang
demikian.
catur-vidha-çré-bhagavat-prasäda-
svädv-anna-tåptän hari-bhakta-saìghän
kåtvaiva tåptià bhajataù sadaiva
vande guroù çré-caraëäravindam
catuù—empat; vidha—jenis;
çré—suci; bhagavat-prasäda—yang telah di-persembahkan kepada
Kåñëa; svädu—lezat; anna—makanan; tåptän—puas secara
spiritual; hari—Kåñëa; bhakta-saìghän—para penyembah; kåtvä—setelah
membuat; eva—demikian; tåptim—kepuasan; bhajataù—yang
merasakan; sada—selalu; eva—pasti; vande—hamba bersujud; guroù—milik
guru spiritual hamba; çré—bertuah; caraëa-aravindam—kepada
kaki-padma.
Guru spiritual selalu mempersembahkan kepada
Kåñëa empat jenis makanan yang lezat [dibedakan sebagai makanan yang dijilat,
dikunyah, ditelan, dan dihisap]. Ketika guru spiritual melihat bahwa para
penyembah puas dengan memakan bhagavat-prasäda, beliau puas. Hamba
bersujud dengan hormat kepada kaki-padma guru spiritual yang demikian.
çré-rädhikä-mädhavayor apära-
mädhurya-lélä guëa-rüpa-nämnäm
prati-kñaëäsvädana-lolupasya
vande guroù çré-caraëäravindam
çré-rädhikä—Çrématé Rädhäräëé; mädhavayoù—Çré
Mädhava (Kåñëa); apära—tanpa batas; mädhurya—cinta antara
kekasih; lélä—kegiatan; guëa—sifat-sifat; rüpa—wujud-wujud;
nämnäm—nama suci; prati-kñaëa—setiap saat; äsvädana—menikmati;
lolupasya—yang bercita-cita men-dapatkan; vande—hamba bersujud; guroù—milik
guru spiritual hamba; çré—bertuah; caraëa-aravindam—kepada
kaki-padma.
Guru spiritual selalu memiliki keinginan yang
sangat besar untuk men-dengarkan dan mengucapkan tentang kegiatan-kegiatan
percintaan rohani yang tanpa batas antara Rädhikä dan Mädhava, beserta
sifat-sifat, nama, dan wujud Mereka. Guru spiritual ingin merasakan indahnya
semua itu setiap saat. Hamba bersujud dengan hormat kepada guru spiritual yang
demikian.
nikuïja-yüno rati-keli-siddhyai
yä yälibhir yuktir apekñaëéyä
taträti-däkñyäd ati-vallabhasya
vande guroù çré-caraëäravindam
nikuïja-yünaù—Rädhä dan Kåñëa; rati—cinta
antara kekasih; keli—kegiatan; siddhyai—untuk kesempurnaan; yä
yä—apa pun; älibhiù—oleh para gopé; yuktiù—pengaturan;
apekñaëéyä—diinginkan; tatra—ber-hubungan dengan itu; ati-däkñyät—karena
sangat ahli; ati-vallabhasya—yang sangat dicintai; vande—hamba
bersujud; guroù—milik guru spiritual hamba; çré—bertuah; caraëa-aravindam—kepada
kaki-padma.
Guru spiritual sangat dicintai oleh Kåñëa, sebab
beliau ahli dalam membantu para gopé, yang pada waktu yang berbeda-beda
membuat berbagai pengaturan yang menyenangkan untuk kesempurnaan kegiatan
percintaan rohani antara Rädhä dan Kåñëa di tengah taman-taman hutan Våndävana.
Hamba bersujud dengan rendah hati kepada kaki-padma guru spiritual yang
demikian.
säkñäd-dharitvena samasta-çästrair
uktas tathä bhävyata eva sadbhiù
kintu prabhor yaù priya eva tasya
vande guroù çré-caraëäravindam
säkñät—secara langsung; hari-tvena—dengan
sifat dari Çré Hari; samasta—semua; çästraiù—oleh kitab-kitab
suci; uktaù—diakui; tathä—demikian; bhävyate—dianggap; eva—juga;
sadbhiù—oleh insan-insan suci yang agung; kintu—akan tetapi; prabhoù—kepada
Tuhan; yaù—yang; priyaù—dicintai; eva—pasti; tasya—tentang
beliau (guru spiritual); vande—hamba bersujud; guroù—milik guru
spiritual hamba; çré—bertuah; caraëa-aravindam—kepada kaki-padma.
Guru spiritual patut dihormati sebagaimana Tuhan
Yang Maha Esa dihormati, sebab beliau adalah abdi Tuhan yang paling terpercaya.
Hal ini dibenarkan di dalam semua kitab suci yang diwahyukan dan diterima oleh
semua otoritas. Karena itu, hamba bersujud dengan hormat kepada kaki-padma guru
spiritual yang demikian, yang merupakan wakil bonafid dari Çré Hari [Kåñëa].
yasya prasädäd bhagavat-prasädo
yasyäprasädän na gatiù kuto ‘pi
dhyäyan stuvaàs tasya yaças tri-sandhyaà
vande guroù çré-caraëäravindam
yasya—milik beliau (guru
spiritual); prasädät—atas karunia; bhagavat—(dari) Kåñëa; prasädaù—karunia;
yasya—darinya; aprasädät—tanpa karunia; na—tidak; gatiù—cara-cara
kemajuan; kutaù api—dari mana pun; dhyäyan—memusatkan pikiran
kepada; stuvan—memuji; tasya—milik beliau (guru spiritual); yaçaù—keagungan;
tri-sandhyam—tiga kali sehari (matahari terbit, tengah hari, dan
matahari terbenam); vande—hamba bersujud; guroù—milik guru
spiritual hamba; çré—bertuah; caraëa-aravindam—kepada kaki-padma.
Atas karunia dari guru spiritual seseorang
menerima karunia Kåñëa. Tanpa karunia dari guru spiritual, seseorang tidak
dapat mencapai kemajuan apa pun. Karena itu, hamba hendaknya selalu mengingat
dan memuji guru spiritual. Setidaknya tiga kali sehari, hamba hendaknya
bersujud dengan hormat kepada kaki-padma guru spiritual hamba.
No comments:
Post a Comment
hare krishna, terima kasih